Inspirasi Desain

Mengenal Konsep Open Plan Living, Ruang Terasa Lebih Luas

Dista Arum7 menit baca
Mengenal Konsep Open Plan Living, Ruang Terasa Lebih Luas

Punya rumah yang terasa lega ternyata nggak selalu harus punya lahan yang luas. Salah satu cara yang cukup populer dalam desain rumah modern adalah menerapkan open plan living. Sederhananya, konsep ini membuat beberapa area di dalam rumah berada dalam satu ruang tanpa banyak dinding sebagai pembatas.

Biasanya, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur menjadi area yang paling sering dibuat menyatu. Meskipun berada di satu ruang, masing-masing tetap punya fungsi yang berbeda. Hasilnya, rumah terasa lebih terbuka dan sirkulasi antar ruang pun menjadi lebih mudah.

Apa Itu Open Plan Living?

Open plan living merupakan konsep desain yang mengurangi penggunaan sekat atau dinding permanen di antara beberapa ruang. Misalnya, daripada memisahkan dapur dengan ruang makan menggunakan dinding, keduanya dibuat terbuka dan saling terhubung.

Cara seperti ini cukup menarik untuk diterapkan pada rumah dengan luas terbatas. Pandangan yang tidak terhalang dinding membuat area dalam rumah terlihat lebih panjang dan lapang. Jadi, meskipun ukuran ruang sebenarnya tetap sama, suasananya bisa terasa jauh lebih lega.

Kelebihan Open Plan Living

Salah satu alasan banyak orang memilih konsep open plan adalah karena ruang terasa lebih luas. Cahaya dari jendela juga bisa menjangkau area yang lebih banyak sehingga rumah terasa lebih terang.

Dari sisi aktivitas sehari-hari, konsep ini juga membuat penghuni lebih mudah berinteraksi. Misalnya, saat sedang memasak di dapur, kita masih bisa mengobrol dengan keluarga yang sedang duduk di ruang makan atau ruang keluarga.

Penataan furniture pun bisa menjadi lebih fleksibel. Sofa, meja makan, atau kitchen island dapat sekaligus digunakan untuk memberi batas antar area tanpa harus membangun dinding.

Apakah Konsep Ini Cocok untuk Semua Rumah?

Meski terlihat praktis, open plan living tetap punya beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena ruang dibuat terbuka, suara dari satu area akan lebih mudah terdengar ke area lainnya. Aroma masakan dari dapur juga bisa menyebar ke ruang keluarga.

Selain itu, area yang berantakan akan lebih mudah terlihat karena tidak ada dinding yang menutupinya. Jadi, konsep ini perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhan penghuni rumah.

Batas antar ruang sebenarnya tetap bisa dibuat tanpa menggunakan dinding. Karpet, furniture, perbedaan material lantai, kitchen island, atau partisi ringan bisa digunakan untuk membentuk zona yang berbeda.

Pada akhirnya, konsep open plan bukan sekadar membuat ruangan tanpa sekat. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap area tetap nyaman digunakan, punya fungsi yang jelas, dan saling terhubung dengan baik. Dengan perencanaan yang tepat, rumah bisa terasa lebih luas tanpa harus menambah luas bangunannya.

Sumber gambar : Pinterest

Butuh Konsultasi Arsitektur?

Tim Jogja Arsitek siap membantu mewujudkan rumah impian Anda. Konsultasi gratis melalui WhatsApp.

Konsultasi Gratis